Yuan, yang Dipermasalahkan Amerika Serikat

Hampir satu dekade China menunjukan pertumbuhan ekonomi yang begitu luar biasa, mereka tumbuh rata-rata hampir lebih dari 9% per tahunnya. Bahkan ketika resesi ekonomi dunia berlangsung pada tahun 2008 lalu, China masih mampu tumbuh dengan angka 7$, bank Dunia pun mengakuinya sebagai penyelamat ekonomi dunia dan bagai vitamin bagi pemulihan resesi. Tetapi tampaknya sang penguasa terusik…. China terus melaju, pertumbuhannya semakin meningkat, tentu saja ekspor menjulang pesat, berjualan ke seluruh dunia, dan tentu saja ke Amerika Serikat. Amerika Serikat dengan hampir 300 juta penduduk dan tingkat konsumsi sangat baik, tentu saja merupakan pasar yang basah bagi semua negara, dan tentunya China.

Waktu berlalu…., China makin banyak mengekspor, dan bahkan mungkin terlalu banyak berjualan ke Amerika, sedangkan orang China terlalu pelit atau memang nggak perlu-perlu amat untuk beli barang made in USA, China pun surplus terlalu jauh ketika berdagang dengan AS. Amerika mulai gerah, hegemoni ekonomi mereka terusik, mereka mencari cara….. bagaimana supaya defisit tidak terjadi, setidaknya tidak terlalu besar, berbagai cara dilakukan, dan yang terbaru adalah melancarkan tuduhan bahwa pemerintah China terlalu banyak mengintervensi pasar uang, yang menyebabkan nilai mata uang Yuan tidak banyak menguat. Lebih parah lagi Amerika menuduh bahwa China adalah salah satu penyebab kenaikan pengangguran di Amerika Serikat (hi hi hi, tampaknya seperti pejabat kita kalo lagi ngeles dan curhat, bisanya nyalahin orang lain) Sudah menjadi rumus, peningkatan ekspor berarti meningkatnya sektor riil dalam negeri dan peningkatan ini secara langsung akan membuat mata uang asing melemah. Jadi benang merah kasus ini adalah : Barang China laku di AS dan seluruh dunia, karena (mungkin) murah, barang produksi AS kurang laku di dalam negeri apalagi di luar negeri, mereka kalah bersaing. Logikanya jika ekspor China melesat, tentunya nilai Yuan ‘harusnya’ juga melesat, dan ini akan menyebabkan barang jualan China akan menjadi mahal atau ‘sedikit mahal. Barang AS (dan negara lainnya) akan bisa kompetitif. Tapi nilai Yuan ternyata ‘biasa-biasa’ saja, dan memang tentunya ada intervensi pemerintah (dan ini sah-sah saja lho). AS marah, mereka ingin pemerintah China tidak terlalu mengintervensi, dasar China yang pada dasarnya bukan anak buah AS, mereka tidak takut, sang Perdana Menteri menolak keinginan AS untuk merubah kebijakan. Sang PM bahkan pernah mengatakan : “walaupun China melakukan apa yang diserukan AS, itu tidak akan membuat tingkat pengangguran di AS menjadi rendah, itu bukan tanggung jawab kami! (iya juga….) Lha itu memang permasalahan mereka, kenapa kami harus bertanggung jawab… begitu mungkin sederhananya…. Note : kalimat pm China mungkin bukan seperti itu, itu hanya redaksioanal penulis, meskipun intinya seperti itu. Mungkin ini sedikit ulasan yang mencoba menggambarkan apa yang sedang diributkan AS dan China akhir-akhir ini, semoga bermanfaat…..

Yuan, yang Dipermasalahkan Amerika Serikat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s